Di tengah hiruk-pikuk destinasi wisata Bali yang semakin ramai, masih ada satu tempat yang menawarkan ketenangan, keasrian, sekaligus kearifan lokal yang terjaga dengan sangat baik, yaitu Desa Wisata Penglipuran Bali.
Desa ini bukan sekadar tempat wisata biasa. Di dalamnya, Anda bisa menyaksikan beragam tradisi, budaya, dan lingkungan warga Bali yang hidup berdampingan secara harmonis.
Begitu memasuki kawasan desa, Anda akan langsung disambut oleh deretan rumah adat yang tertata rapi, jalanan bersih tanpa sampah, serta suasana sejuk yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Anda tertarik berkunjung ke Desa Adat Penglipuran Bali? Agar pengalamannya semakin lengkap dan menyenangkan, yuk, simak panduan wisata berikut yang mencakup daya tarik, harga tiket, hingga rute menuju salah satu desa terbersih di Bali satu ini.
Mengenal Desa Wisata Penglipuran Bali
Desa Wisata Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli, sekitar 45–60 menit perjalanan dari pusat Kota Denpasar atau Ubud.
Nama “Penglipuran” sendiri berasal dari kata “pengeling pura” yang memiliki makna sebagai tempat untuk mengenang leluhur.
Hal ini tercermin dari bagaimana masyarakat setempat begitu menjaga adat istiadat, tata ruang desa, hingga nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun di desa ini.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari desa ini adalah tata letaknya yang sangat teratur. Rumah-rumah warga dibangun dengan konsep seragam dan menghadap ke arah yang sama demi mengikuti filosofi keseimbangan dalam budaya Bali.
Area utama desa membentang lurus dari gerbang masuk hingga ke pura di bagian atas. Bahkan, dari gerbang masuk saja, Anda sudah bisa mengagumi pemandangan yang simetris dan estetik.
Tak hanya itu, Desa Penglipuran Bali juga dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitarnya, lho.
Bahkan, kendaraan bermotor pun tidak diperbolehkan masuk ke area utama desa demi menjaga udara di sekitar tetap segar dan suasananya syahdu.
Baca juga: Pantai Melasti: Sejarah, Daya Tarik, Panduan Wisatanya
Daya Tarik Desa Penglipuran Bali
Salah satu alasan utama mengapa desa adat Penglipuran selalu masuk dalam daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi di Bali adalah karena keunikan konsep desa yang masih terjaga hingga sekarang.
Bukan hanya indah secara visual, desa ini juga kaya akan nilai budaya dan filosofi hidup masyarakatnya. Yuk, simak berbagai daya tarik desa Penglipuran di bawah ini:
1. Tata Letak Desa yang Rapi dan Simetris
Begitu memasuki kawasan desa, Anda akan langsung melihat jalan utama yang lurus dengan deretan rumah adat di sisi kanan dan kiri.
Tata ruang ini didirikan bukan tanpa alasan, melainkan mengikuti konsep Tri Mandala, yaitu pembagian wilayah berdasarkan nilai kesucian dalam budaya Bali sehingga desa ini terlihat sangat teratur, harmonis, dan memanjakan mata.
2. Arsitektur Rumah Adat yang Seragam
Keunikan lain dari Desa Penglipuran adalah bentuk rumah warganya yang seragam, sehingga sangat enak dilihat. Setiap rumah memiliki gerbang khas Bali (angkul-angkul) serta material bangunan yang masih mempertahankan unsur tradisional.
Kalau diperhatikan dengan saksama, hampir semua rumah di Desa Penglipuran memang memiliki bentuk yang mirip, mulai dari gerbang (angkul-angkul), dinding, sampai tata letaknya.
3. Lingkungannya Bersih, Tenang, & Nyaman
Salah satu hal yang bikin betah berlama-lama di Desa Penglipuran Bali adalah suasananya yang tenang.
Pasalnya, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke area utama desa, jadi yang terdengar lebih banyak suara langkah kaki, angin, atau aktivitas warga.
Ditambah lagi, kebersihan desa benar-benar dijaga, bukan hanya untuk wisata, tetapi memang sudah jadi kebiasaan sehari-hari masyarakatnya.
4. Bisa Melihat Langsung Kehidupan Warga Setempat
Beberapa pemilik rumah di Desa Panglipuran Bali juga terkadang mengizinkan wisatawan untuk masuk dan melihat bagian dalam rumah mereka.
Alhasil, pengunjung bisa melihat dapur tradisional, halaman keluarga, hingga aktivitas harian warga di desa ini.
5. Hutan Bambu di Area Belakang Desa
Kalau berjalan sedikit ke bagian atas desa, Anda akan menemukan area hutan bambu yang cukup luas. Suasananya berbeda dari area utama, karena lebih sejuk, teduh, dan cenderung sepi. Makanya, banyak yang memanfaatkan area ini untuk jalan santai atau sekadar duduk menikmati suasana.
6. Banyak Sudut Instagrammable
Dengan kondisi desa yang bersih, tertata, dan arsitektur yang khas, hampir setiap sudut Penglipuran memang terlihat menarik di kamera.
Terutama di jalan utama dengan latar deretan rumah adat, yang sudah jadi spot favorit banyak pengunjung. Tak heran jika desa ini sering menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan foto estetik khas Bali.
Baca juga: 17 Tempat Wisata di Ubud yang Lagi Hits, Yuk Kunjungi!
Harga Tiket ke Desa Penglipuran Bali
Untuk masuk ke Desa Adat Penglipuran Bali, sistem tiket yang berlaku saat ini tergolong sederhana dan masih cukup terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan pengalaman yang didapat di dalamnya.
Berdasarkan informasi terbaru, harga tiket ke Desa Penglipuran Bali dapat dibedakan berdasarkan kategori wisatawan dan usia, dengan rincian sebagai berikut:
- WNI Dewasa: Rp25.000 per orang.
- WNI Anak-Anak: Rp15.000 per orang.
- WNA Dewasa: Rp50.000 per orang.
- WNA Anak-Anak: Rp30.000 per orang.
Tiket ini sudah termasuk akses ke area utama desa, seperti jalan utama, rumah warga, hingga hutan bambu yang menjadi bagian dari kawasan wisata.
Namun, jika Anda ingin pengalaman yang lebih lengkap, tersedia juga paket kunjungan dengan pemandu lokal.
Untuk paket ini, harganya memang lebih tinggi, tetapi Anda akan mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam tentang sejarah, budaya, hingga filosofi yang diterapkan di Desa Penglipuran.
Rute Menuju Desa Penglipuran Bali
Setelah meninjau harga tiketnya dan sudah memantapkan niat untuk berlibur ke desa wisata satu ini, yuk, pahami alamat dan rute menuju tempat ini:
Desa Penglipuran berada di Kabupaten Bangli, tepatnya di Jalan Penglipuran, Kubu. Letaknya memang tidak berada di kawasan wisata utama seperti Kuta atau Seminyak, tetapi justru itu yang membuat suasananya lebih tenang dan masih terasa alami.
Kalau dilihat di peta, akses menuju desa ini sebenarnya cukup mudah, asalkan Anda sudah tahu jalur utamanya. Nah, berikut ini adalah beberapa rute menuju Desa Penglipuran yang bisa Anda tempuh:
1. Rute ke Desa Penglipuran dari Denpasar/Bali Selatan
Dari Kota Denpasar atau area Bali Selatan seperti Kuta dan Seminyak, waktu tempuhnya berkisar antara 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Adapun rute yang paling umum ditempuh adalah sebagai berikut:
Bypass Ngurah Rai → lanjut ke Bypass Ida Bagus Mantra → masuk wilayah Gianyar → menuju Bangli → lalu ikuti petunjuk ke Jalan Penglipuran.
Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengikuti jalur berikut ini:
Denpasar → Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra → Gianyar → Bangli. Setelah sampai di kawasan Bangli, Anda hanya perlu mengikuti papan penunjuk arah menuju Desa Penglipuran yang sudah terpampang di sepanjang jalan.
2. Rute ke Desa Penglipuran dari Ubud
Jika Anda menginap di Ubud, perjalanan menuju Desa Penglipuran cenderung akan terasa lebih singkat, yakni sekitar 45–60 menit saja.
Adapun rute dari Ubud umumnya langsung mengarah ke wilayah Bangli tanpa harus melewati jalur pesisir, sehingga relatif lebih cepat dan tidak terlalu padat.
3. Rute ke Desa Penglipuran dari Bandara Ngurah Rai
Bagi yang datang langsung dari bandara, jarak tempuh yang harus dilalui adalah sekitar 50–56 km dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit dalam kondisi lalu lintas lancar.
4. Pilihan Transportasi ke Penglipuran
Untuk menuju Desa Penglipuran, pilihan transportasinya memang tidak sebanyak destinasi wisata lain di Bali. Sampai saat ini belum ada angkutan umum yang langsung menjangkau area desa, jadi Anda perlu menyiapkan transportasi sendiri sejak awal.
Pilihan paling fleksibel tentu menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil. Dengan opsi ini, Anda bisa mengatur waktu berangkat dan pulang dengan lebih leluasa, sekaligus berhenti di beberapa titik menarik di sepanjang perjalanan menuju Bangli.
Jika tidak ingin repot menyetir, menggunakan jasa sopir harian juga cukup umum di Bali. Selain lebih praktis, biasanya sopir lokal sudah paham rute terbaik, kondisi jalan, hingga waktu kunjungan yang ideal, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.
Destinasi Wisata Selain Desa Penglipuran Bali
Setelah puas menikmati suasana tenang dan budaya yang kental di Desa Penglipuran, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mencoba aktivitas yang sedikit lebih menantang.
Apalagi, kawasan Bali tidak hanya menawarkan wisata budaya, tetapi juga banyak pilihan aktivitas outdoor yang seru.
Nah, salah satu ide liburan yang bisa Anda pertimbangkan saat di Bali adalah mengendarai ATV bersama Gosek Adventure. Aktivitas ini cocok untuk Anda yang ingin merasakan sensasi berbeda setelah berjalan santai di desa adat.
Bareng Gosek Adventure, Anda tidak hanya sekadar naik ATV di jalur biasa. Sebab, trek yang kami sediakan juga cukup variatif, mulai dari jalur tanah, area hutan, hingga lintasan berlumpur yang justru jadi favorit banyak pengunjung karena sensasinya lebih menantang dan fun.
Salah satu keunikan yang menjadi nilai lebih di Gosek Adventure adalah adanya trek goa yang sering disebut mirip seperti suasana di game Temple Run.
Anda akan melewati jalur sempit di dalam goa dengan pencahayaan alami yang dramatis. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua tempat ATV di Bali punya trek seperti ini, jadi pastikan untuk mencobanya hanya di Gosek Adventure, ya!
Bahkan, Gosek Adventure juga menyediakan dua jenis paket harga berdasarkan cara mengendarai ATV, yaitu Single Ride (untuk Anda yang ingin mengendarai ATV sendiri) dan Tandem Ride (untuk naik ATV bareng orang tersayang).
Jadi, apakah Anda tertarik? Yuk, segera hubungi tim kami untuk melakukan pemesanan atau menerima informasi lebih lanjut tentang Gosek Adventure.
Baca juga: 15 Makanan Khas Bali yang Patut Dicoba saat Berlibur